Apa itu Financial Advisor AXA Mandiri?

financial advisorTeman, benar jika kalian mengartikan satu persatu kata Financial Advisor dengan kamus, Financial Advisor (FA) bisa diartikan Perencana Keuangan sedangkan AXA Mandiri adalah perusahaan gabungan dari AXA yaitu perusahaan Asuransi terkemuka di dunia dan Mandiri merupakan Bank terbesar di Indonesia saat ini yang memiliki lebih dari 1.200 cabang tersebar di seluruh Indonesia. FA nantinya akan ditempatkan di tiap-tiap cabang tersebut sebagai salah satu jalur distribusi ataupun pemasaran produk Asuransi dari AXA Mandiri.

Financial Advisor (FA) berperan penting sebagai ujung tombak perusahaan yang mencakup layanan sales dan service. Sales dimana FA bertugas untuk memasarkan /  menawarkan / menjual produk asuransi dari AXA Mandiri sedangkan Service dimana FA juga berperan dalam pelayanan klaim ataupun komplain asuransi dari nasabah AXA Mandiri.

Bagaimana teman, sudah mendapatkan sedikit gambaran tentang Financial Advisor AXA Mandiri? mungkin kalian masih bertanya-tanya dalam hati, apa bedanya Financial Advisor dengan Agen Asuransi? Untuk itu mari kita lanjutkan pembahasannya agar kalian mengetahui apa Beda Agen Asuransi dengan Financial Advisor.

Tugas dan Tanggung Jawab Financial Advisor AXA Mandiri

Banyak yang searching di google dan merujuk kemari dengan kata kunci Tugas dan Tanggung Jawab FA AXA Mandiri, ada juga dengan menambahkan kata kunci FA Syariah. Pada prinsipnya tugas dan tanggung jawab FA Syariah sama dengan FA Konvensional. Tanpa judul khusus dengan menjelajahi blog ini dari awal seharusnya pengunjung sudah bisa mendapatkan gambaran apa tugas dan tanggung jawab FA. Mohon maaf jika saya tidak menjelaskan tugas dan tanggung jawab FA dalam bentuk poin yang mudah dipahami, semoga penjabaran dalam bentuk kalimat dibawah ini cukup membantu.

Financial Advisor (FA) nantinya akan ditempatkan di cabang Bank Mandiri atau Bank Syariah Mandiri. FA kerjanya menjual atau menawarkan asuransi kepada nasabah Bank Mandiri Atau Bank Syariah Mandiri. Ketika nasabah datang ke Bank, FA sebisanya menawarkan nasabah tersebut untuk masuk asuransi. Selain menjual FA juga bertugas melayani klaim dan komplain nasabah. FA kerja berdasarkan target, jika target tidak tercapai maka gajinya akan dipotong 20%.

Kepada Area Sales Manager (ASM / bosnya FA) Financial Advisor membantu agar timnya mencapai target setiap bulannya. Target ASM berasal dari beberapa FA yang ada dibawahnya. FA juga wajib report setiap hari mulai dari pagi, siang dan sore hari. Report disini berupa komitmen dan laporan kegiatan FA ketika bertugas selama satu hari. FA biasanya meeting sepulang kerja hingga malam bersama ASM dan teman-teman FA satu area lain.

Saya rasa itu saja, namun perlu anda ketahui bahwa penjabaran diatas hanya kulitnya saja, jika ingin mengetahui pekerjaan FA secara mendalam maka jelajahilah blog ini mulai dari awal.

Belakangan banyak pengunjung blog ini berasal dari teman-teman FA dari batch lain. Semoga saja teman-teman mau ikut berbagi disini untuk memberikan segala macam informasi berkaitan dengan pekerjaan FA dan pengalamannya selama menjadi FA. Semoga postingan ini dapat bermanfaat bagi pengunjung & silahkan bertanya ataupun berkomentar, Terima kasih.

Financial Advisor dari Berbagai Jurusan

Banyak perusahaan membuka lowongan pekerjaan dengan syarat setiap posisi harus sesuai dengan bidang pendidikan atau jurusannya. Berbeda halnya dengan AXA Mandiri, untuk menjadi Financial Advisor (perencana keuangan) anda tidak harus berlatarbelakang pendidikan ekonomi, bisnis ataupun akuntansi. Teman satu angkatan saya dulu ada yang jurusan bahasa, komunikasi, komputer, perhotelan bahkan ada yang jurusan sastra. Maka dalam hampir 1 bulan, Calon Financial Advisor (CFA) yang direkrut akan ditempa oleh bancassurance academy, dicekoki materi-materi tentang asuransi dan diajari bagaimana caranya menjual asuransi. Simak potongan kisah Mia dalam blognya.

31 Mei 2012 – Mia sekarang dimana? Kerja di mana? Sebagai apa?
Yup, pertanyaan-pertanyaan itulah yang sampai saat ini masih sering gue denger. Mungkin kalo dua bulan lalu, gue cuma cukup jawab “Aku masih nganggur”, Done! selese sampe di situ.. ya meskipun saat itu gue ngerasa nyampah banget hidup, gak kerja, padahal gue kuliah empat taun, SMA 3 taun, SMP 3 taun, dan SD 6 taun.. untungnya gue gak ngalamin TK, jadi beban orang tua gue nyekolahin gak sepanjang orang tua lain.

After that, singkat cerita gue lulus kuliah dengan predikat “sangat memuaskan”, padahal gue juga gak tau dari mana predikat itu bisa gue dapet, dan welcome to the jungle… gue nganggur… lama banget.. Lo bayangin aja, gue ngelamar ke sana kemari dan mencoba kerja ke sana kemari, kayaknya gue uda ceritain deh salah satu perjuangan gue di buat masuk salah satu bank. jadi gak usah gue ulas lagi di sini… Sekarang, dimanakah gue? Seorang Sarjana Gizi?

Tebak!

Perusahaan Asuransi Jiwa..
hahaha…kadang gue ketawa… apalagi kalo misal ditanya orang
Mia kerja dimana? Sebagai apa? Itu uda berasa aib banget kadang kalo gue jelasin… tapi setiap kali gue ditanya, gue akan selalu jawab dengan tegas dan tidak menundukkan kepala. AXA MANDIRI sebagai FINANCIAL ADVISOR yang salah satu tugasnya adalah MENJUAL ASURANSI. Damn… padahal seumur2, gue gak pernah percaya sama yang namanya asuransi, sekarang gue harus kerja nawarin asuransi ke orang2.. apalagi dengan basic gue yang gak tau apa2 tentang asuransi, investasi, perbankan… Arrgghhh gue gak ngerti semua itu… belum lagi gue dikejer2 target yang mencekik leher gue perlahan-lahan dan semakin berasa ketika akhir bulan… lo bayangin aja, tiap hari gue kudu mikir, siapa yang bisa gue jadiin target dan mau naro duitnya di AXA.

Komentar saya : Mia, bukan kamu saja yang merasakannya, saya dan teman-teman satu batch (angkatan) merasakan hal yang serupa. Ketika orang bertanya, “Kerja dimana sekarang?” saya menjawab dengan tegas “Financial Advisor” hmmm begitu keren terdengarnya teman, namun setelah ditanya “Kerjanya apaan?” saya mulai merendahkan suara “Jual asuransi..” dan yang bertanya langsung tersenyum sinis.

Teman, kerja sebagai Financial Advisor (FA) memang penuh dengan tekanan, dikejar-kejar target yang mencekik leher, setiap hari dimarahi ASM itu merupakan hal yang biasa. Belum lagi ditambah pandangan sinis teman, tetangga, guru, dosen, keluarga tentang pekerjaan kita yang menjual asuransi.. apakah pekerjaan sebagai sales selalu dipandang sebelah mata? entahlah. Untuk itu teman, matangkan niat kalian sebelum bergabung disini. Baca blog ini dari awal & jika kalian merasa yakin 100% maka bergabunglah bersama kami, perusahaan asuransi terbesar dan nomor 1 di Indonesia.

Monoton : Kerja Sebagai Financial Advisor di AXA Mandiri

Kerja sebagai Financial Advisor AXA Mandiri itu monoton, melakukan hal yang sama setiap hari, bertemu dengan orang-orang yang sama setiap hari, tidak ada pengalaman baru atau pengembangan diri kearah yang lebih baik karena hal-hal dan tantangan yang dilakukan juga sama, itu-itu saja setiap harinya, pekerjaan ini membuat saya tidak produktif, saya menyiakan potensi yang ada dalam diri saya dengan hanya duduk di balik meja dan hanya menunggu staff cabang memberikan lead (referensi nasabah). Pengalaman tersebut ternyata bukan saya saja yang merasakannya. Simak kisah lanjutan Aramentari setelah sebelumnya ia menceritakan pengalaman bekerja di AXA Mandiri.

26 Juni 2012 – Saat ini yang gue rasain, gue bosen. Sumpah demi apa pun gue jenuh dengan hidup gue, gue gak ngerti apakah gue bosen dengan kerjaan gue, atau gue bosen dengan hidup gue.  Selama 1 bulan 28 hari gue terjebak dalam rutinitas yang sama, bangun tidur – siap2 berangkat kerja – doa pagi – kerja (kadang Cuma leyeh2 doank di gedung yang sama) – pulang – tidur. There is no variation.  Ketemu orang yang sama, orang-orang kantor, dan mungkin nasabah kalo gue lagi pengen kerja, sayangnya jarang banget gue bener2 kerja.

Gue ngerasa gak cocok banget sama kerjaan gue saat ini. Mungkin ini karna mental gue yang mental tempe kali yah, tapi gue ngerasa kaya gitu. Gue gak suka dengan kerjaan gue saat ini, jadi buat ngejalaninnya terasa berat, jatohnya gue lebih milih makan gaji buta daripada beneran kerja. Alaaah, kayaknya itu alibi gue doank karna gue sebenernya orang yang males kali yaaa.. hahaha

Komentar saya : Mia, bukan kamu saja yang merasakan hal seperti itu. Saya dan teman-teman satu batch juga merasakan hal yang sama, bahkan beberapa dari mereka lebih memilih untuk mengundurkan diri daripada bertahan, namun itu bukan pilihan terbaik mengingat denda yang harus dibayar (USD 1000) jika mengundurkan diri sebelum kontrak berakhir maka melalui blog ini saya wanti-wanti kepada mereka yang sedang menjalani proses rekrutmen di AXA Mandiri untuk memikirkan keputusannya matang-matang sebelum tanda tangan kontrak kerja.

Kerja di AXA Mandiri sebagai Financial Advisor itu monoton dan memang benar adanya, bagun pagi kita bergegas ke kantor – setelah tiba di kantor kita briefing atau doa pagi bersama staff cabang – selepas itu kita duduk di meja yang bertuliskan Financial Advisor didepannya, menunggu nasabah yang akan ditawari asuransi – sepanjang hari, minggu dan bulan kita akan bertemu dengan nasabah yang sama (bayangkan ketika kita sudah ditolak oleh nasabah A, apakah besok atau lusa kita akan menawarkan kepadanya kembali asuransi yang kita jual?) – sore hari kita pulang kerja dengan pikiran kalut dan stress – kadang langsung pulang terkadang juga masih harus mengikuti meeting dengan ASM hingga larut malam. Besok pagi kita akan berkata “I HATE EVERY DAY” karena tahu akan melakukan rutinitas yang sama.

Bagaimana teman, siap menjadi Financial Advisor dan menjalani rutinitas yang sama setiap hari sepanjang tahun? Ingat!! bekerja bukan sekedar mencari uang dan melepas status pengangguran, bekerja adalah bagian dari hidup kalian, pikirkan itu baik-baik.

Pengalaman Kerja di AXA Mandiri

Teman, saya menemukan sebuah blog yang menceritakan bagaimana pengalamannya bekerja di AXA Mandiri, blog seorang sarjana gizi yang bekerja sebagai Financial Advisor di AXA Mandiri, blog dengan rangkaian kalimat yang begitu jujur dan lugas berisi luapan hati dan emosi. Mari kita simak potongan kisah Aramentari atau biasa dipanggil Mia, dan disetiap potongan kisahnya saya akan memberikan komentar.

Selasa 17 Juli 2012 – Hari ini, jalan 3 bulan gue kerja sebagai financial advisor di axa mandiri. Tau kan kalian axa mandiri tu anak perusahaan bank mandiri yang bergerak melayani asuransi dan perencanaan keuangan nasabah bank mandiri maupun Bank Syariah Mandiri. Awalnya gue pikir kerjaan ini keren, apalagi gue di syariahnya, apa yang gue pelajari di akademi bikin gue makin yakin untuk berkarir di sini. Karena gue ngerasa dengan membantu orang untuk membuka asuransi dan merencanakan keuangan nasabah, artinya gue udah nolong orang. Tapi, pada prakteknya gue semakin ngerasa bimbang “bener gak si apa yang gue lakuin?”. Sebenernya si gak masalah kalo nasabah gue duitnya banyak, tapi gimana kalo ternyata yang gue tawarin itu duitnya pas-pasan, dan bener2 ngarepin banget hasil dari investasi di axa mandiri.

Komentar saya : Awalnya kita memang akan berfikir bahwa pekerjaan ini memang keren, karena kita ditempatkan di bank dan ditraining selama hampir 1 bulan di bancassurance academy, namun nyatanya pekerjaan sebagai FA tidak sekeren itu. Apa yang diajarkan di academy memang jauh berbeda dengan apa yang terjadi dilapangan, saya yakin apa yang dirasakan oleh Mia juga dirasakan oleh semua FA.

Contoh kasus, ada nasabah yang dateng ke gue setelah kepesertaannya di axa mandiri selama 6 tahun, dia dijanjikan oleh FA sebelumnya akan mendapatkan dana 26 juta setelah tahun ke 6, tapi nyatanya saldo yang terbentuk baru 8 juta.

Kasus lain, nasabah yang menyimpan uangnya 50 juta, dengan harapan setelah tahun ke 3 uangnya akan bertambah, tapi nyatanya setelah tahun ke 3 uangnya malah menjadi 20 juta, dia merasa kehilangan uang senilai 30 juta. Jadilah dia kecewa juga pada AXA.

Komentar saya : Memang banyak nasabah yang KAGET setelah mengetahui uang yang diinvestasikan ternyata tidak sesuai dengan perhitungan. Siapa yang salah? Jelas ini salah FA yang tidak menjelaskan kepada nasabah akan adanya biaya-biaya yang ditanggung oleh nasabah tersebut.

Mungkin yang ada di fikiran FA itu hanyalah gimana caranya klosing agar bisa memenuhi target dan dapet bonus (varkom). Karna jujur, di AXA pressure (tekanannya) gila-gilaan.. lo harus tutup kuping dengan kata2 bos, nah kadang ini juga yang bikin FA menghalalkan segala cara agar bisa mencapai target, salah satunya dengan tidak memberikan informasi biaya2 yang harus ditanggung oleh nasabah ketika mengikuti program asuransi di AXA Mandiri yang dibebankan hingga tahun ke 5.

Komentar saya : Tekanan bekerja sebagai FA berlangsung SETIAP HARI, memutuskan bekerja sebagai FA maka bersiap-siaplah merasakan tantangan STRESS yang luar biasa.

Gue cuma gak mau ada nasabah yang merasa tertipu lagi oleh agen asuransi, dan sebisa mungkin gue gak akan pernah melakukan kecurangan tersebut. Gue lebih baik diomelin bos gara2 gak mencapai target, daripada nasabah gue ngerasa tertipu sama gue dan kecewa di akhir2, gue gak siap nanggung dosanya. Apalagi program yang gue tawarkan adalah asuransi dengan sistem syariah, sebisa mungkin gue juga jualannya syariah.

Komentar saya : Salut buat kamu Mia, dimarahi bos (ASM : Area Sales Manager) sudah menjadi hal memusingkan yang sangat dihindari oleh FA, kamu lebih memilih hal tersebut ketimbang bekerja dengan tidak jujur.

Bagi lo yang dapet panggilan dari axa mandiri, mending fikir lagi.. Live is not just about money kok. Kalo lo jualannya gak bener… berarti lo tanggung sendiri konsekuensinya. Gak sedikit ko FA yang berakhir di balik jeruji.. Kalo lo emank udah jadi FA, plis plis plissss jualanlah dengan cara yang bener, sesuai dengan yang diajarkan di akademi.

Komentar saya : Bagaimana teman? masih tertarik bekerja sebagai Financial Advisor? ikuti terus kisah Mia selanjutnya, terima kasih untuk Mia karena sudah mau berbagi pengalaman di blognya. Untuk mengetahui pekerjaan sebagai Financial Advisor AXA Mandiri itu seperti apa, mulailah menjelajahi blog ini dari awal.

Tidak Lulus Ujian AAJI

Dalam angkatan atau batch kami dulu terdapat beberapa teman yang tidak lulus ujian Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Saat itu kami turut prihatin dan bersedih, mengasihani mereka teman-teman kami yang tidak lulus sehingga harus menghentikan jalannya untuk bekerja sebagai Financial Advisor. Namun sekarang, setelah menjalani pahit, sulit dan STRESSNYA bekerja sebagai Financial Advisor maka kami berkumpul kembali dan berkata “BERUNTUNG sekali mereka yang tidak lulus ujian AAJI”. Mengapa demikian? oke saya akan ceritakan teman.

Sudah saya singgung dihalaman Tentang Blog mengapa saya membuat blog ini. Yups, saya tidak ingin ada lagi orang lain yang bergabung dengan AXA Mandiri untuk bekerja sebagai Financial Advisor TAPI orang tersebut TIDAK TAHU pekerjaannya seperti apa, maka dengan blog ini saya berharap mereka yang ingin berkarir disini telah matang tekadnya dan tidak merasa TERJEBAK seperti saya dan beberapa teman-teman FA lain.

Setelah melalui serangkaian test, Calon Financial Advisor (CFA) akan diminta untuk melakukan medical check up (tes kesehatan) setelah dinyatakan lulus barulah CFA tanda tangan kontrak dilakukan.

Jika setelah tanda tangan kontrak CFA menyatakan batal untuk pergi training ke Jakarta maka CFA wajib mengembalikan biaya tiket pesawat yang sudah dipesan. Bayangkan orang sedang cari kerja itu karena butuh uang harus mengeluarkan uang untuk mengganti biaya pesawat, masuk akalkah?

Jika CFA telah berada di tanah Jakarta untuk melakukan training dan CFA menyatakan batal untuk mengikuti training atau dalam proses training CFA memilih untuk tidak meneruskan proses training maka CFA wajib membayar denda biaya training sebesar USD 1000. Bayangkan ini lebih menakutkan daripada kemungkinan pertama diatas, mau?

Untuk itu kami merasa ada satu celah bagi CFA untuk membatalkan niatnya bekerja sebagai Financial Advisor di AXA Mandiri, sekenario terbaik adalah GAGAL dalam ujian AAJI.

Jika CFA tidak lulus dalam ujian AAJI maka CFA akan diberikan kesempatan kedua dan jika pada kesempatan kedua CFA kembali tidak lulus maka CFA dinyatakan gagal menjadi FA dan akan dipulangkan kembali ke daerah asal tanpa denda, ijazah dikembalikan & biaya pulang tetap ditanggung oleh AXA.

Inilah mengapa kami berkata bahwa “mereka yang tidak lulus AAJI adalah orang-orang yang beruntung”, mereka memiliki kesempatan untuk bekerja diperusahaan lain tanpa ijazahnya ditahan dan tanpa harus membayar USD 1000 jika mengundurkan diri.

Bagaimana teman, apakah anda adalah salah satu CFA yang tidak lulus ujian AAJI? jangan berkecil hati karena sesungguhnya anda adalah orang yang beruntung. Bagi kalian yang sedang dalam proses rekrutmen, berfikirlah matang-matang sebelum tanda tangan kontrak, ingat JANGAN tanda tangan kontrak jika kalian masih merasa ragu.

FA Dipotong Gaji & Kena Denda

Setiap tanggal 25 FA menerima gajinya, ada yang menerima 100% gaji, ada yang hanya menerima 80% gajinya karena tidak mencapai target. Karena sulitnya mencapai target FA sudah bisa memperkirakan berapa gaji yang akan diterimanya diakhir bulan. Namun semua itu belum termasuk denda yang disepakati oleh FA dan Area Sales Manager (ASM). Ada sebagian ASM yang membuat peraturan sendiri, “denda 100 ribu bagi FA yang zero production” maka yang terjadi FA bagaikan jatuh tertimpa tangga. Segala peraturan yang dibuat oleh ASM harus dilakukan oleh FA, jika tidak maka DENDA bagaikan sebuah ancaman menakutkan bagi FA. Jika tidak closing DENDA jika tidak ikut MEETING denda dan lain sebagainya..

Teman, yang saya ceritakan diatas adalah sebagian kecil fakta dilapangan atas apa yang FA alami, tujuan saya agar kalian tidak kaget lagi ketika bergabung bersama kami. Siap menjadi Financial Advisor yang mendapatkan gaji full? bahkan bonus mungkin, siapa yang tahu!

UPDATE : Cerita pengunjung blog yang juga seorang Financial Advisor AXA Mandiri. Identitas tidak ditampilkan.

Aku batch 103 dr region 3. Bulan pertama deploy (penempatan) sih ga MPS (tidak mencapai target) tp dibulan ke 2 dan 3 kemarin MPS dengan varcom (bonus) 4-5 Juta.

Tapi dibulan ini aku kembali zero production karena sudah patah semangat. Kebijakan manajemen baru sangat kejam yang mengahruskan sales clinic (semacam konsultasi) ke pusat AXA tower kuningan setiap team tidak capai target.

Apalagi jika tidak validasi akan didenda sebesar 500ribu.
Tidak hadir ke axa tower didenda 100-250 ribu.
Rasanya sudah tak kuat dengan kebijakan-kebijakannya

Komentar saya : Mungkin sebagian dari kalian merasa kaget dengan kebijakan tersebut, namun bagi FA itu merupakan hal yang biasa. Tiap ASM beda kebijakan, beda juga besaran denda yang disepakati.

Disinilah terkadang kekecewaan FA dirasakan bertubi-tubi. Pada saat proses rekrutmen, FA tidak tahu akan ada kewajiban untuk sales clinic, FA tidak tahu akan adanya denda, FA tidak tahu harus meeting hingga larut malam, semua kekecewaan tersebut mendorong FA untuk menyerah atau mengundurkan diri & mau tidak mau menanggung pinalti / denda sebesar USD 1000. Bagaimana teman, melalui blog ini saya sampaikan semua fakta pekerjaan sebagai Financial Advisor secara gamblang. Semoga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi kalian & minimal jika kalian memutuskan untuk tetap bergabung tentunya kalian sudah sadar betul dan mengetahui segala resikonya. Jika kalian sudah yakin, mari melangkah ke AXA Mandiri.

Report Palsu

Pernah mendengar lagu yang dibawakan ayu ting ting? Lagu yang sempat booming beberapa waktu yang lalu tersebut berjudul alamat palsu, kali ini saya mengangkat judul yang mirip dengan judul lagu tersebut yaitu Report Palsu. Financial Advisor (FA) AXA Mandiri setiap pagi, siang dan sore hari wajib mengirimkan report (laporan) kepada Area Sales Managernya (ASM) masing-masing dimana report pagi berisi tentang komitmen yang dibuat untuk hari tersebut, misalnya hari ini FA berkomitmen untuk closing 5 case maka FA menyampaikan komitmennya kepada ASM melalui report pagi. Pada siang hari ketika istirahat makan siang  FA mengirimkan report berupa progres kerja dari pagi hingga siang hari sedangkan pada sore hari FA mengirimkan report berupa hasil kerja selama satu hari penuh.

Sudah bukan rahasia lagi dalam kebijakan report ini, tidak jarang Financial Advisor (FA) baru ataupun FA senior mengirimkan report palsu dimana yang dikirimkan oleh FA kepada ASM tersebut berisi data fiktif. Misalnya dalam report tersebut FA mengaku telah presentasi produk asuransi kepada 10 orang nasabah, padahal kenyataannya ia hanya bertemu dengan 5 orang nasabah. Hal ini tentunya sangat merugikan perusahaan, perusahaan mempekerjakan FA yang tidak jujur, meskipun ia berhasil membohongi ASM namun ia tentunya tidak dapat membohongi dirinya sendiri, FA yang kerjanya malas-malasan dan hanya bisa memberikan report palsu tentunya bukanlah FA yang diharapkan oleh AXA Mandiri.

Teman, kerja sebagai Financial Advisor memang tidak mudah, selain kerja keras dan mental yang kuat diperlukan juga kejujuran dari dalam diri FA itu sendiri agar apa yang dilakukan FA sejalan dengan apa yang menjadi tujuan perusahaan. Report 3 kali dalam 1 hari tentunya akan menjadi beban tersendiri bagi FA, baik itu beban mental maupun beban pulsa, maka dari itu sebelumnya pernah saya bahas tentang ASM yang mewajibkan FA menggunakan blackberry agar dapat menghemat waktu dan biaya dalam proses report. Bagaimana teman, siap menjadi FA yang jujur?


Disclaimer

Blog ini dibuat pada bulan mei tahun 2012. Segala informasi dalam blog ini berdasarkan kondisi dan situasi pada bulan dan tahun tersebut. Perbedaan informasi dikemudian hari sangatlah mungkin terjadi. Untuk itu pembaca diharapkan untuk memastikan kembali informasi yang didapat dari blog ini.

Kategori


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.