Financial Advisor yang Menderita

Sejauh saya yakin kalian sudah mendapat begitu banyak gambaran tentang pekerjaan sebagai financial advisor dan jobdesk financial advisor setelah membaca blog ini dari awal. Regional Sales Manager (RSM) dalam meetingnya mengatakan bahwa “Hanya ada 3 jenis Financial Advisor AXA Mandiri, pertama FA biasa-biasa saja, FA luar biasa dan FA menderita”. Saya yakin anda pasti langsung bisa menebak perbedaan dari ketiga jenis FA yang disebutkan diatas, yups tepat sekali teman, semua itu dinilai berdasarkan pencapaian targetnya. Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan gambaran tentang Financial Advisor yang menderita.

Ia bangun pagi, persis seperti pola ketika training di Jakarta, kemudian berusaha datang lebih awal dari staff bank agar bisa melakukan pendekatan dengan mereka, ia juga berusaha pulang paling akhir atau minimal bersamaan dengan staff bank agar dipandang rajin oleh kepala cabang, ia berusaha memberikan pertolongan kepada semua staff cabang, ia berusaha tersenyum dan memuji dengan tulus kepada setiap staff cabang, ia duduk dengan tenang di meja yang bertuliskan Financial Advisor dan berharap akan mendapatkan referensi nasabah (lead) dari staff cabang.

Setelah satu minggu pertama penempatan belum ada satupun lead yang ia dapatkan, ia pun mulai gelisah dan mencoba berusaha lebih keras menawarkan asuransi kepada nasabah yang datang ke bank dan juga ia tetap berusaha aktif melakukan pendekatan dengan staff cabang, memberikan gambaran benefit yang dapat diterima oleh staff cabang apabila memberikan lead kepadanya, ia juga mulai rajin mentraktir staff cabang, mulai dengan membelikan gorengan hingga j.co donuts. Ia pun tidak sungkan lagi menawarkan jasa mengantarkan staff cabang pulang kerumahnya dengan menggunakan kendaraannya sendiri.

Minggu kedua meskipun sedikit ia mulai mendapatkan lead namun belum juga closing, ia mulai berusaha lebih giat lagi, ia masuk ke ruangan marketing memohon kepada mereka agar bersedia mengajaknya ketika mereka keluar menemui nasabah atau mencari prospek nasabah, ia rela keluar bank siang hari ketika matahari begitu terik dan pulang sore hari melewati jam kerja pada umumnya.

Minggu ketiga sang FA sudah mulai depresi, kebingungan, merasa seperti orang bodoh yang duduk termenung di mejanya, pura-pura sibuk ketika kepala cabang lewat dihadapannya, pura-pura mencari barang di laci atau pura-pura mengetik sesuatu di komputernya, di minggu ketiga ini tekanan dari Area Sales Manager (ASM) sudah semakin besar, ia semakin gelisah ketika melihat kalender dan melihat teman-teman satu timnya sudah mulai mencapai target sedangkan ia masih nol (0) atau zero production.

Teman, bisa dibayangkan betapa menderitanya FA tersebut. Begitu merasa tertekan dan stress. Diperjalanan pulang dan pergi, ketika makan, sebelum tidur bahkan didalam mimpinya pun ia memikirkan target, sepanjang hari hanya ada target, target dan target dikepalanya. Kalau sudah seperti ini biasanya ASM akan mengeluarkan wasiat terakhir kepada sang Financial Advisor yang sedang menderita, ”Kamu terpaksa bunuh diri”.

4 Responses to “Financial Advisor yang Menderita”


  1. 1 aulia sari Juni 21, 2012 pukul 1:32 pm

    Saya juga salah satu FA. Selama di AXA Mandiri, setiap hari harus meeting sampai malam, jika tidak datang meeting di denda dan setiap hari di teror tentang target. Bahkan tengah malam pun di telpon oleh ASM ditanya mengenai nasabah yang akan di hubungi besok. Saya merasa hidup saya begitu tertekan dan sangat menderita, tidak ada lagi kebebasan berkumpul dengan keluarga, rasanya seperti di neraka.

    • 2 axafa Juni 21, 2012 pukul 5:40 pm

      Terima kasih atas sharringnya, jika berkenan silahkan ceritakan pengalaman anda selama kerja di AXA Mandiri agar bisa menjadi masukan bagi fresh graduated yang sedang mencari kerja🙂


  1. 1 Ketika Financial Advisor Menawarkan Asuransi « AXA Mandiri Financial Advisor Lacak balik pada Mei 19, 2012 pukul 6:57 am
  2. 2 Financial Advisor dipaksa ‘Bunuh Diri’ « AXA Mandiri Financial Advisor Lacak balik pada Mei 19, 2012 pukul 7:17 am
Comments are currently closed.



Disclaimer

Blog ini dibuat pada bulan mei tahun 2012. Segala informasi dalam blog ini berdasarkan kondisi dan situasi pada bulan dan tahun tersebut. Perbedaan informasi dikemudian hari sangatlah mungkin terjadi. Untuk itu pembaca diharapkan untuk memastikan kembali informasi yang didapat dari blog ini.

Kategori


%d blogger menyukai ini: