Pengalaman Kerja di AXA Mandiri

Teman, saya menemukan sebuah blog yang menceritakan bagaimana pengalamannya bekerja di AXA Mandiri, blog seorang sarjana gizi yang bekerja sebagai Financial Advisor di AXA Mandiri, blog dengan rangkaian kalimat yang begitu jujur dan lugas berisi luapan hati dan emosi. Mari kita simak potongan kisah Aramentari atau biasa dipanggil Mia, dan disetiap potongan kisahnya saya akan memberikan komentar.

Selasa 17 Juli 2012 – Hari ini, jalan 3 bulan gue kerja sebagai financial advisor di axa mandiri. Tau kan kalian axa mandiri tu anak perusahaan bank mandiri yang bergerak melayani asuransi dan perencanaan keuangan nasabah bank mandiri maupun Bank Syariah Mandiri. Awalnya gue pikir kerjaan ini keren, apalagi gue di syariahnya, apa yang gue pelajari di akademi bikin gue makin yakin untuk berkarir di sini. Karena gue ngerasa dengan membantu orang untuk membuka asuransi dan merencanakan keuangan nasabah, artinya gue udah nolong orang. Tapi, pada prakteknya gue semakin ngerasa bimbang “bener gak si apa yang gue lakuin?”. Sebenernya si gak masalah kalo nasabah gue duitnya banyak, tapi gimana kalo ternyata yang gue tawarin itu duitnya pas-pasan, dan bener2 ngarepin banget hasil dari investasi di axa mandiri.

Komentar saya : Awalnya kita memang akan berfikir bahwa pekerjaan ini memang keren, karena kita ditempatkan di bank dan ditraining selama hampir 1 bulan di bancassurance academy, namun nyatanya pekerjaan sebagai FA tidak sekeren itu. Apa yang diajarkan di academy memang jauh berbeda dengan apa yang terjadi dilapangan, saya yakin apa yang dirasakan oleh Mia juga dirasakan oleh semua FA.

Contoh kasus, ada nasabah yang dateng ke gue setelah kepesertaannya di axa mandiri selama 6 tahun, dia dijanjikan oleh FA sebelumnya akan mendapatkan dana 26 juta setelah tahun ke 6, tapi nyatanya saldo yang terbentuk baru 8 juta.

Kasus lain, nasabah yang menyimpan uangnya 50 juta, dengan harapan setelah tahun ke 3 uangnya akan bertambah, tapi nyatanya setelah tahun ke 3 uangnya malah menjadi 20 juta, dia merasa kehilangan uang senilai 30 juta. Jadilah dia kecewa juga pada AXA.

Komentar saya : Memang banyak nasabah yang KAGET setelah mengetahui uang yang diinvestasikan ternyata tidak sesuai dengan perhitungan. Siapa yang salah? Jelas ini salah FA yang tidak menjelaskan kepada nasabah akan adanya biaya-biaya yang ditanggung oleh nasabah tersebut.

Mungkin yang ada di fikiran FA itu hanyalah gimana caranya klosing agar bisa memenuhi target dan dapet bonus (varkom). Karna jujur, di AXA pressure (tekanannya) gila-gilaan.. lo harus tutup kuping dengan kata2 bos, nah kadang ini juga yang bikin FA menghalalkan segala cara agar bisa mencapai target, salah satunya dengan tidak memberikan informasi biaya2 yang harus ditanggung oleh nasabah ketika mengikuti program asuransi di AXA Mandiri yang dibebankan hingga tahun ke 5.

Komentar saya : Tekanan bekerja sebagai FA berlangsung SETIAP HARI, memutuskan bekerja sebagai FA maka bersiap-siaplah merasakan tantangan STRESS yang luar biasa.

Gue cuma gak mau ada nasabah yang merasa tertipu lagi oleh agen asuransi, dan sebisa mungkin gue gak akan pernah melakukan kecurangan tersebut. Gue lebih baik diomelin bos gara2 gak mencapai target, daripada nasabah gue ngerasa tertipu sama gue dan kecewa di akhir2, gue gak siap nanggung dosanya. Apalagi program yang gue tawarkan adalah asuransi dengan sistem syariah, sebisa mungkin gue juga jualannya syariah.

Komentar saya : Salut buat kamu Mia, dimarahi bos (ASM : Area Sales Manager) sudah menjadi hal memusingkan yang sangat dihindari oleh FA, kamu lebih memilih hal tersebut ketimbang bekerja dengan tidak jujur.

Bagi lo yang dapet panggilan dari axa mandiri, mending fikir lagi.. Live is not just about money kok. Kalo lo jualannya gak bener… berarti lo tanggung sendiri konsekuensinya. Gak sedikit ko FA yang berakhir di balik jeruji.. Kalo lo emank udah jadi FA, plis plis plissss jualanlah dengan cara yang bener, sesuai dengan yang diajarkan di akademi.

Komentar saya : Bagaimana teman? masih tertarik bekerja sebagai Financial Advisor? ikuti terus kisah Mia selanjutnya, terima kasih untuk Mia karena sudah mau berbagi pengalaman di blognya. Untuk mengetahui pekerjaan sebagai Financial Advisor AXA Mandiri itu seperti apa, mulailah menjelajahi blog ini dari awal.

8 Responses to “Pengalaman Kerja di AXA Mandiri”


  1. 1 okibrata Desember 30, 2012 pukul 4:45 pm

    Dear Mia,
    Setelah membaca cerita pengalaman kerja kamu di AXA, membuat hati saya was-was dan resah. Gimana nggak!?…krn bulan oktober 2012 kemarin sy ditawarkan asuransi AXA dgn iuran 350 rb/ bulan dibayae tiap 3 bulan jadi bulan Jan 2013 sy hrs bayar 1jt 50rb…Trus di janjikan imbal hasil investasi stelah 5 tahun kedepan yg lumayan…Trus klo tau byk potongannya begitu sy rugi dunk…Boleh gak sy berhenti jadi nasabah bulan depan dgn alasan tertentu? u/ menghindari dari kecurangan yg lbh jauh…Kalo bisa ada potongannya gak?…kalo sedikit sih gpp kok!?…
    Tolong dijawab yak!…atau email sy di oktavianabrata@gmail.com.. untuk penyelesaiannya..Terima kasih

    Salam,

    P. Oki

  2. 3 Gratchia Juniastuti Ramba April 10, 2013 pukul 6:47 pm

    Mbk,apa bisa aku batalin pndftaranq pada axa mandiri.. Aku ud terlanjur daftar kemaren..

  3. 6 bulux April 15, 2013 pukul 4:11 am

    sama sy mengalami hal yg sama..djanjikan 5 tahun cair..tp setelah 5 tahun g sampe 8 jt..sy berencana untuk berangkatkan ortu…hilang lah smua harapan…

  4. 7 mikezzzz Mei 23, 2013 pukul 5:14 pm

    Tidak masalah jika ingin tetap jadi agen AXA. Yang penting jualan kalian benar.
    Banyak ato bahkan hampir semua agen itu jualannya ngaco dan tidak tepat sasaran hingga akhirnya banyak nasabah komplain.
    Jangan kejar duitnya,tapi kejarlah kebutuhan nasabahnya


  1. 1 Monoton : Kerja Sebagai Financial Advisor di AXA Mandiri « AXA Mandiri Financial Advisor Lacak balik pada Juli 29, 2012 pukul 10:23 am
Comments are currently closed.



Disclaimer

Blog ini dibuat pada bulan mei tahun 2012. Segala informasi dalam blog ini berdasarkan kondisi dan situasi pada bulan dan tahun tersebut. Perbedaan informasi dikemudian hari sangatlah mungkin terjadi. Untuk itu pembaca diharapkan untuk memastikan kembali informasi yang didapat dari blog ini.

Kategori


%d blogger menyukai ini: