Posts Tagged 'FA Syariah'

Monoton : Kerja Sebagai Financial Advisor di AXA Mandiri

Kerja sebagai Financial Advisor AXA Mandiri itu monoton, melakukan hal yang sama setiap hari, bertemu dengan orang-orang yang sama setiap hari, tidak ada pengalaman baru atau pengembangan diri kearah yang lebih baik karena hal-hal dan tantangan yang dilakukan juga sama, itu-itu saja setiap harinya, pekerjaan ini membuat saya tidak produktif, saya menyiakan potensi yang ada dalam diri saya dengan hanya duduk di balik meja dan hanya menunggu staff cabang memberikan lead (referensi nasabah). Pengalaman tersebut ternyata bukan saya saja yang merasakannya. Simak kisah lanjutan Aramentari setelah sebelumnya ia menceritakan pengalaman bekerja di AXA Mandiri.

26 Juni 2012 – Saat ini yang gue rasain, gue bosen. Sumpah demi apa pun gue jenuh dengan hidup gue, gue gak ngerti apakah gue bosen dengan kerjaan gue, atau gue bosen dengan hidup gue.  Selama 1 bulan 28 hari gue terjebak dalam rutinitas yang sama, bangun tidur – siap2 berangkat kerja – doa pagi – kerja (kadang Cuma leyeh2 doank di gedung yang sama) – pulang – tidur. There is no variation.  Ketemu orang yang sama, orang-orang kantor, dan mungkin nasabah kalo gue lagi pengen kerja, sayangnya jarang banget gue bener2 kerja.

Gue ngerasa gak cocok banget sama kerjaan gue saat ini. Mungkin ini karna mental gue yang mental tempe kali yah, tapi gue ngerasa kaya gitu. Gue gak suka dengan kerjaan gue saat ini, jadi buat ngejalaninnya terasa berat, jatohnya gue lebih milih makan gaji buta daripada beneran kerja. Alaaah, kayaknya itu alibi gue doank karna gue sebenernya orang yang males kali yaaa.. hahaha

Komentar saya : Mia, bukan kamu saja yang merasakan hal seperti itu. Saya dan teman-teman satu batch juga merasakan hal yang sama, bahkan beberapa dari mereka lebih memilih untuk mengundurkan diri daripada bertahan, namun itu bukan pilihan terbaik mengingat denda yang harus dibayar (USD 1000) jika mengundurkan diri sebelum kontrak berakhir maka melalui blog ini saya wanti-wanti kepada mereka yang sedang menjalani proses rekrutmen di AXA Mandiri untuk memikirkan keputusannya matang-matang sebelum tanda tangan kontrak kerja.

Kerja di AXA Mandiri sebagai Financial Advisor itu monoton dan memang benar adanya, bagun pagi kita bergegas ke kantor – setelah tiba di kantor kita briefing atau doa pagi bersama staff cabang – selepas itu kita duduk di meja yang bertuliskan Financial Advisor didepannya, menunggu nasabah yang akan ditawari asuransi – sepanjang hari, minggu dan bulan kita akan bertemu dengan nasabah yang sama (bayangkan ketika kita sudah ditolak oleh nasabah A, apakah besok atau lusa kita akan menawarkan kepadanya kembali asuransi yang kita jual?) – sore hari kita pulang kerja dengan pikiran kalut dan stress – kadang langsung pulang terkadang juga masih harus mengikuti meeting dengan ASM hingga larut malam. Besok pagi kita akan berkata “I HATE EVERY DAY” karena tahu akan melakukan rutinitas yang sama.

Bagaimana teman, siap menjadi Financial Advisor dan menjalani rutinitas yang sama setiap hari sepanjang tahun? Ingat!! bekerja bukan sekedar mencari uang dan melepas status pengangguran, bekerja adalah bagian dari hidup kalian, pikirkan itu baik-baik.

Iklan

Financial Advisor Yang Menjadi Beban Team

Sudah baca artikel sebelumnya teman? saya harap kalian sudah membacanya secara menyeluruh. Financial Advisor bekerja setiap harinya dari pagi hingga sore dengan satu tujuan, bagaimana agar ia bisa closing, bagaimana agar ia bisa mendapatkan nasabah yang membutuhkan asuransi. Jika dari jam 9 pagi hingga jam 3 sore (bank tutup) FA belum juga mendapatkan nasabah atau dengan kata lain belum closing maka FA patut gelisah. Setiap sore FA wajib mengirimkan report melalui SMS ataupun report melalui BBM yang isinya berupa hasil pencapaian kerja harian kepada Area Sales Manager (ASM). Apa isi SMS atau BBM balasan dari ASM ketika FA tidak mencapai hasil alias 0 (nol) atau zero production?

“Nol lagi !!! apa saja kerjamu hari ini??? Perusahaan tidak membayarmu untuk duduk-duduk bersantai, kapan kamu bisa closing? jangan hanya menjadi beban team !” 

Bagaimana teman? sanggup mendapatkan SMS seperti itu? jika perasaan kalian tidak bergejolak membaca pesan diatas maka saya yakin pekerjaan ini cocok bagi kalian, mental kalian sudah cukup kuat untuk menerima tekanan. Teman, kerja sebagai FA memang tidak mudah, penuh dengan tekanan karena perusahaan tidak mentolerir FA Parasit yang hanya makan gaji buta alias kerja tanpa hasil. Jika setiap hari FA tidak mendapatkan nasabah baru dan dalam 1 bulan tidak mencapai target maka FA hanya akan menjadi beban bagi teamnya. ASM punya target, dari mana targetnya? dari FA yang berada dalam teamnya, jika kalian tidak produksi selain gaji dipotong kalian hanya akan menjadi beban bagi team. So, siap menjadi FA yang handal?

Financial Advisor dan Blackberry

Blackberry bukan hanya jadi trend saat ini melainkan menjadi sebuah kebutuhan, pada awal kemunculannya barang ini terbilang cukup mewah untuk dimiliki. Berbeda dengan kondisi saat ini, tidak sulit menemukan karyawan kantoran hingga anak sekolahan menenteng Blackberry karena harganya sudah semakin terjangkau. Selain gengsi, kemudahan layanan yang menjadi alasan banyak orang beralih ke Blackberry mulai dari pushmail hingga Blackberry Messenger (BBM). Pekerjaan Financial Advisor (FA) cukup erat kaitannya dengan blackberry, karena mulai dari masa training sebagian besar peserta sudah menggunakan blackberry membuat peserta yang tidak memakai BB terkadang minder, calon financial advisor yang lulus training dan menjadi financial advisor pun ada yang mengganti HP nya dengan blackberry baik itu karena keinginan sendiri ataupun karena anjuran dari Area Sales Manager (ASM), tidak sedikit ASM yang mewajibkan FA nya menggunakan blackberry, minimal setelah 3 bulan bekerja FA diharapkan sudah membeli blackberry. Untuk apa? untuk mempermudah komunikasi, dengan BB penyampaian informasi dan report dalam satu tim akan lebih cepat, mudah dan murah.

Ada FA Senior yang menyindir bahwa penggunaan blackberry hanya akan mempercepat dan mempermudah ASM untuk marah-marah setiap waktu terutama ketika FA tidak mencapai target.

Teman, untuk bekerja sebagai Financial Advisor (FA) tentunya butuh modal, mulai dari persiapan dana selama masa training yang memakan waktu hampir 1 bulan hingga membeli blackberry untuk kemudahan komunikasi. Belum lagi jika kalian ditempatkan di luar kota, tentu kalian harus menyisihkan sebagian gaji sebagai Financial Advisor untuk menyewa kost ataupun tempat tinggal. Apapun itu tentunya akan sebanding jika kalian bisa sukses berkarir disini.


Disclaimer

Blog ini dibuat pada bulan mei tahun 2012. Segala informasi dalam blog ini berdasarkan kondisi dan situasi pada bulan dan tahun tersebut. Perbedaan informasi dikemudian hari sangatlah mungkin terjadi. Untuk itu pembaca diharapkan untuk memastikan kembali informasi yang didapat dari blog ini.

Kategori

Iklan