Posts Tagged 'Gaji Financial Advisor AXA Mandiri'

Tidak Capai Target, Gaji Financial Advisor Dipotong

Pemotongan gaji ketika tidak mencapai target adalah kebijakan yang sudah biasa diberlakukan bagi tenaga penjual dalam sebuah perusahaan. Setiap perusahaan tentunya tidak ingin mempekerjakan tenaga penjualnya yang tidak produktif yang hanya menjadi beban bagi team, untuk itulah kebijakan ini dibuat, hal ini diharapkan dapat memacu tenaga penjual agar bekerja keras demi mencapai targetnya. Sama halnya dengan pekerjaan sebagai Financial Advisor (FA), pekerjaan ini juga memiliki target. Target tersebut menentukan apakah FA mendapatkan gaji penuh atau dipotong. Ketika FA tidak mencapai target maka gaji akan dipotong 20% sehingga FA hanya akan menerima 80% gajinya.

Untuk mendapatkan gaji penuh tanpa dipotong FA harus mendapatkan nasabah baru yang membuka polis asuransi, katakanlah 6 case dalam 1 bulan. Namun tantangannya tidak semudah itu teman, nilai polis yang dibuka juga harus mencapai target jumlah yang ditentukan. Maka secara tidak langsung ada 2 syarat agar FA mendapatkan gaji penuh, target case dan target nilai.

Teman, siapa bilang kerja sebagai sales itu mudah. Siap bekerja dengan target? Jika target membuat kalian stress, maka berpikirlah 2 kali untuk bergabung bersama kami , tapi jika target membuat hidup kalian bergairah, saya yakin pekerjaan ini sangat cocok bagi kalian, maka bergabunglah dan bersiap-siap untuk sukses bersama AXA Mandiri. Dan selain pemotongan gaji, kalian juga harus siap dengan adanya denda.

Iklan

Financial Advisor ‘Bunuh Diri’

Istilah yang begitu ekstrim yaitu ‘bunuh diri’ digunakan oleh Area Sales Manager (ASM) ketika ada Financial Advisor AXA Mandiri yang berada dalam timnya belum closing satu pun (nol/zero production) hingga minggu ketiga, istilah buhuh diri disini secara sederhana diartikan sebagai berkorban membuka polis asuransi untuk diri sendiri. Lalu kenapa dikatakan bunuh diri? tentunya ini negatif dan dapat menimbulkan perbedaan pendapat dari setiap orang yang membacanya. Saya tidak ingin membahas penggunaan istilah bunuh diri disini, yang pasti jika FA tidak bisa closing maka ia harus closing atas nama dirinya sendiri, FA seperti ini bisa dikategorikan sebagai FA yang menderita. Simak pernyataan ASM berikut ini.

ASM : “Bagaimana ini sudah minggu ketiga kok belum juga ada closing?”
FA : “Maaf bu, saya sudah berusaha tetapi belum ada hasil”
ASM : “Saya tidak mau tahu, pokoknya kamu harus closing untuk diri kamu sendiri”
FA : “Saya tidak ada uang bu”
ASM : ”Pakai gaji kamu !”
FA : “Kan belum gajian bu?”
ASM : ”Makanya hari ini closing, kalau gak besok kamu harus bunuh diri”
FA : ”Whattt?? Bunuh diri??!!”

Menurut ASM untuk menjual asuransi seorang FA harus memiliki asuransi terlebih dahulu, dengan itu FA secara tidak langsung akan lebih yakin dengan produk yang ia dijual. Dan jika hal ini terjadi maka Financial Advisor harus menyisihkan sebagian gaji per bulannya untuk membayar premi asuransi. Teman, untuk mencapai target memang sulit, tidak ada yang bilang pekerjaan sebagai sales itu mudah, maka dari itu pikirkan matang-matang sebelum bergabung dengan AXA Mandiri dan bekerja sebagai Financial Advisor agar kalian dapat bekerja secara maksimal tanpa harus menjadi beban tim ataupun ‘bunuh diri’.


Disclaimer

Blog ini dibuat pada bulan mei tahun 2012. Segala informasi dalam blog ini berdasarkan kondisi dan situasi pada bulan dan tahun tersebut. Perbedaan informasi dikemudian hari sangatlah mungkin terjadi. Untuk itu pembaca diharapkan untuk memastikan kembali informasi yang didapat dari blog ini.

Kategori